Post Top Ad

April 11, 2017

Aroma Balas Dendam Liga Champions Jelang Juventus vs Barcelona

Pertemuan antara Juventus dan Barcelona akan mengingatkan semua orang pada hasil final Liga Champions 2014/2015. Kala itu Barcelona berhasil menjuarai Liga Champions karena berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 1-3.

Namun pada pertemuan kali ini, pada laga leg pertama perempatfinal Liga Champions yang akan digelar di Juventus Stadium, Rabu (12/4/2017) dinihari WIB, Juventus rasanya bisa membalaskan dendamnya tersebut. Juventus saat ini bukan lagi Juventus dua tahun lalu, begitu pun Barcelona.

Aroma Balas Dendam Liga Champions Jelang Juventus vs Barcelona

Barca musim ini menjalani musim yang penuh dengan lika-liku. Di La Liga, mereka terus di bawah bayang-bayang Real Madrid yang terus memuncaki klasemen. Luis Enrique, pelatih mereka, akan meninggalkan tim akhir musim nanti. Dan beberapa persoalan lain seperti cedera pemain.

Sementara itu Juventus justru tampil lebih meyakinkan sepanjang musim ini. Superioritas di Serie A tetap terjaga sebagaimana lima musim sebelumnya. Di Liga Champions, Juventus pun bisa dibilang lolos tanpa hambatan berarti.

Dan keunggulan Juventus atas Barcelona pada pertemuan kali ini tidak sampai di situ saja.

Formasi 4-2-3-1 Sudah Disiapkan untuk Menaklukkan Liga Champions

Dalam beberapa musim terakhir, melangkah ke final Liga Champions 2015 memang menjadi pencapaian terbaik Juventus, bahkan sejak 2003 ketika Juve dikalahkan AC Milan di partai final. Juventus sendiri sempat mengalami masa kelam setelah calciopoli menjerumuskan mereka ke Serie B pada 2006.

Salah satu persoalan Juventus selalu gagal menaklukkan Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir adalah kurang tajamnya formasi dasar 3-5-2 di kejuaraan antar kesebelasan UEFA tersebut. Tak seperti di Serie A ketika formasi 3-5-2 Juventus mampu menaklukkan lawan-lawannya, di Liga Champions formasi 3-5-2 seolah tanpa taji.

Juventus sebenarnya beberapa kali mengubah formasi menjadi 4-3-1-2 atau 4-3-3 baik sejak menit pertama maupun ketika di tengah pertandingan Liga Champions. Hanya saja para pemain yang ada tidak disiapkan untuk bermain pada formasi 4-3-1-2 dan 4-3-3.

Pada laga final saat menghadapi Barcelona, Juventus pun menggunakan formasi 4-3-1-2. Namun Juventus saat itu lebih banyak tertekan ketimbang menebar ancaman bagi lini pertahanan Barcelona. Padahal Juventus sudah tertinggal 0-1 sejak menit keempat lewat gol Ivan Rakitic.

Juventus berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-55 melalui gol Alvaro Morata. Setelah itu, Juve lebih berani menyerang. Namun karena ketidaksiapan strategi Juventus menyerang dengan strategi ini, Barca berhasil menambah dua gol.

Kali ini, Juventus kemungkinan besar akan tampil dengan formasi dasar 4-2-3-1, formasi yang umumnya digunakan oleh kesebelasan-kesebelasan Liga Champions dan Eropa. Formasi ini digunakan oleh sang pelatih, Massimilliano Allegri, usai Juventus kalah dari Fiorentina dan beberapa pekan setelah dikalahkan AC Milan di Piala Super Italia.

Setelah menggunakan formasi 4-2-3-1 ini, sebelumnya menggunakan formasi dasar 3-5-2, Juventus mulai tak terkalahkan. Dari 17 laga menggunakan formasi ini, Juventus berhasil meraih 14 kemenangan dan dua kali hasil imbang. Satu kekalahan baru didapat beberapa waktu lalu, namun di ajang Coppa Italia, itu pun dengan catatan Juventus tetap menang agregat sehingga tetap lolos ke final.

Sebelum menghadapi Barcelona dinihari nanti, Juve kembali menggunakan formasi dasar 4-2-3-1 kala menghadapi Chievo Verona. Mengistirahatkan sejumlah pemain seperti Leonardo Bonucci, Mario Mandzukic, Miralem Pjanic, dan Giorgio Chiellini, Juventus tetap berhasil menang dengan skor 2-0.

Melawan Barcelona, Juventus pun bisa menurunkan skuat terbaiknya. Satu pemain cedera hanya Marko Pjaca, yang sebenarnya bukan pemain utama. Juve pun bisa memainkan Chiellini, bek andalan Juventus, yang absen pada laga final menghadapi Barcelona pada final dua tahun lalu.

Tak hanya dari skuat Juventus yang komplet, penampilan Juventus di kandang mereka, Juventus Stadium, membuat mereka sulit dikalahkan. Pada musim ini, Juve tak sekali pun kalah di kandang. Dari 23 pertandingan kandang, 21 laga berakhir dengan kemenangan Juventus. Dari 23 laga tersebut, Si Nyonya Tua pun berhasil mencetak 52 gol dengan hanya kemasukkan 13 gol. Hanya Atalanta yang berhasil mencetak dua gol di Juventus Stadium musim ini.

Kekalahan-Kekalahan Barca Terjadi di Luar Kandang

Musim ini, di La Liga, Barca menempati posisi kedua. Dari 31 laga, Barcelona berhasil menang 21 kali, imbang enam kali dan kalah empat kali. Di Liga Champions, Barca menang enam kali dan kalah dua kali. Di Copa del Rey, dari delapan laga, Blaugrana menang lima kali, imbang dua kali, dan kalah satu kali. Jika ditotal, dari 48 laga yang sudah dijalani Barcelona, mereka kalah sebanyak tujuh kali, ditambah imbang delapan kali.

Dari 13 laga yang gagal dimenangkan Barca tersebut, ternyata mayoritas terjadi di luar kandang. Bahkan dari total tujuh kekalahan, enam di antaranya terjadi saat Barca tidak bermain di Camp Nou. Celta Vigo (3-4), Deportivo La Coruna (1-2), dan terakhir Malaga (0-2) pada akhir pekan lalu, adalah kesebelasan yang mampu menaklukkan Barca di kandang mereka masing-masing. Di Copa Del Rey ada Athletic Bilbao (1-2). Sementara di Liga Champions ada Manchester City (1-3) dan Paris Saint-Germain (0-4). Sedangkan satu-satunya kesebelasan yang berhasil mengalahkan Barca di Camp Nou hanya Alaves, yang terjadi pada pekan ke-3 La Liga.

Sementara itu kesebelasan-kesebelasan yang berhasil menahan imbang Barcelona adalah Atletico Madrid (dua kali), Malaga, Real Sociedad, Real Madrid, Villareal, Real Betis, dan Hercules. Malaga, Sociedad, Villareal, Betis, dan Hercules adalah kesebelasan yang berhasil menggagalkan Barcelona hanya meraih satu poin dari kandang mereka masing-masing.

Menghadapi Juventus yang sedang dalam performa terbaik apalagi ketika berlaga di kandang, Barcelona kemungkinan besar akan kembali gigit jari. Di La Liga, catatan tandang Barcelona memang merupakan yang terbaik. Hanya saja penampilan Barca di tandang tidak sebaik di Camp Nou kandang mereka.

Sebenarnya bukan hanya dari hasil tandang, catatan negatif Barcelona saat akan menghadapi Juventus kali ini adalah ketika mereka dikalahkan Malaga akhir pekan lalu. Pada laga yang berakhir dengan kekalahan 0-2 untuk Barca tersebut, klub kota Catalan itu sebenarnya menurunkan skuat terbaiknya, bahkan Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar, Sergio Busquets, Javier Mascherano, Samuel Umtiti, dan Jordi Alba bermain selama 90 menit.

Menghadapi Malaga, Barca kembali menurunkan formasi dasar 4-3-3. Dengan kekalahan tersebut, Barca kini tampaknya akan menggunakan formasi 3-4-3 atau 3-5-2 seperti kala membenamkan Paris Saint-Germain 6-1. Lagipula formasi dasar 4-3-3 juga yang menyebabkan Barca dihajar PSG 4-0 pada leg pertama.

Kelemahan Barca dalam formasi dasar 4-3-3 terletak di sisi kanan pertahanan. Cederanya Aleix Vidal membuat Sergi Roberto ditempatkan sebagai bek kanan dan sering menjadi sasaran lini serang lawan. Saat melawan Malaga, Barca bahkan mencoba Mascherano pada posisi bek kanan, namun tetap gagal apalagi dua gol Malaga tercipta berkat kontribusi para pemain yang beredar di sisi kanan pertahanan Barcelona seperti Juankar, Pablo Formals dan Sandro Ramirez.

Sementara itu Juventus pun memiliki kekuatan di sisi kiri serangan mereka, yang akan menjadi lawan sisi kanan pertahanan Barcelona. Full-back kiri Juventus, Alex Sandro, adalah pemain bertahan yang cukup agresif melancarkan serangan. Belum lagi Mandzukic yang sering diperankan sebagai wide target man untuk memaksimalkan umpan-umpan silang dari sisi kanan bisa menjadi bencana bagi pertahanan Barcelona.

Dengan skema tiga bek, Barca biasanya menempatkan Mascherano sebagai bek tengah kanan serta Rafinha pada posisi wing-back, yang sial bagi Barca karena Rafinha kemungkinan besar tidak akan tampil karena cedera. Menghadapi Juventus, menempatkan Mascherano di sisi kanan bisa menjadi bencana karena Juve sering mengalirkan umpan panjang ke sisi kanan pertahanan lawan untuk berduel Mandzukic yang tangguh di udara. Umtiti atau Mathieu mungkin bisa menjadi alternatif Barca untuk meredam Mandzukic.

Kesimpulan

Untuk leg pertama perempatfinal ini, Juventus tampaknya lebih meyakinkan untuk bisa mengatasi Barcelona. Penampilan mereka sepanjang 2017 bisa dibilang tanpa cela, khususnya setelah menemukan formula 4-2-3-1 dengan Mandzukic sebagai wide target man.

Tak hanya itu, Barcelona pun sedang dalam situasi kurang baik menjelang laga ini. Selain Rafinha, mereka juga akan bermain tanpa Aleix Vidal yang juga cedera serta Busquets karena akumulasi kartu. Arda Turan yang bisa menjadi opsi di lini serang pun diragukan tampil. Situasi ini berbanding terbalik dengan Juventus yang bisa memainkan seluruh pemain terbaiknya.

Post Comment

No comments: