Post Top Ad

April 12, 2017

Jumlah Korban Bencana Banjir Bandang Kutacane Aceh Tenggara

Hujan deras sejak Selasa sore kemarin membuat sejumlah daerah di Aceh mengalami bencana banjir. Selain hujan intensitas tinggi, banjir di Aceh disebabkan juga air kiriman dari daerah hulu.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan akibat banjir bandang ini, ratusan rumah mengalami kerusakan. Data terakhir, hingga Selasa 11 April 2017, pukul 18.00 WIB, dilaporkan juga fasilitas umum juga rusak.

Jumlah Korban Bencana Banjir Bandang Kutacane Aceh Tenggara



"Ratusan unit rumah mengalami kerusakan. Beberapa fasilitas umum juga rusak," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 12 April 2017.

Sutopo menjelaskan beberapa lokasi yang terdampak banjir antara lain di Kabupaten Aceh Tenggara yaitu Kecamatan Lawe Sigalagala, Kecamatan Simpang Semadam, Desa Sukamakmur, dan Desa Lawe Beringin.

"Korban jiwa masih pendataan. BPBD setempat saat ini sedang berkoordinasi dengan TNI, Polri, SAR dan SKPD terkait untuk penanganan darurat," ujarnya.

Kemudian, imbas banjir bandang, sejumlah akses jalan tertutup material lumpur dan tergenang air. Selain itu, listrik di beberapa daerah juga dipadamkan.

"Sehingga mengakibatkan lambatnya penanganan," tuturnya.

Korban jiwa di Aceh Tenggara.

Banjir Bandang yang menerjang sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tenggara pada selasa sore kemarin, tak hanya merusak sejumlah fasilitas dan rumah warga. Satu orang dilaporkan tewas bernama Panjaitan (68).

Untuk sementara, diduga korban meninggal dunia karena terbawa arus banjir dan tidak dapat menyelamatkan diri. Saat ini, Tim Basarnas Kutacane juga mengevaluasi korban ke lokasi lebih aman.

"Setelah berhasil dievakuasi dari tumpukan material banjir, jenazah korban langsung kita bawa ke Puskesmas Lawe Sigala Gala," kata Koordinator Pos Basarnas Kutacane, Risky, Rabu, 12 April 2017.

Saat ini tim BPBD setempat, TNI dan Polri masih melakukan pembersihan dan pendataan korban jiwa dan jumlah total kerusakan rumah dan fasilitas warga dampak dari banjir tersebut.











Jumlah Korban Bencana Banjir Bandang Kutacane Aceh Tenggara

Sejumlah Warga yang rumahnya mengalami rusak parah saat ini belum berani untuk pulang ke rumah karena masih dalam keadaan trauma. Sebagian warga lebih memilih mengungsi ke rumah saudara untuk mengamankan diri ke tempat yang lebih aman dari ancaman banjir susulan.

Sebanyak 2476 warga di dua kecamatan di Aceh Tenggara, Aceh, mengungsi setelah desa mereka diterjang banjir bandang. Mereka mengungsi ke posko pengungsian yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak terkait.
"Data sementara ada 648 kepala keluarga (KK) yang mengungsi," kata Kasi Logistik Bidang Kedaruratan BPBD Aceh Tenggara, Yanti saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (12/4/2017) sore.

Banjir bandang menerjang 11 desa di dua kecamatan di Aceh Tenggara pada Selasa (11/4) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB. Akibatnya 176 rumah rusak berat, 91 rumah rusak sedang, dan 139 rumah rusak ringan. Dua orang warga meninggal dunia setelah terseret banjir.

Selain itu, dua unit rumah ibadah yang terdiri dari satu masjid dan satu gereja ikut rusak. Sementara rumah yang terendam lumpur sebanyak 29 unit.

Warga saat ini sudah mengungsi ke tempat pengungsian yang dibangun BPBD Aceh Tenggara bersama pihak terkait. Bantuan juga sudah mulai disalurkan. Untuk makanan, BPBD membagikan nasi bungkus untuk pengungsi karena mobil dapur umum belum dapat menjangkau ke seluruh perkampungan.

11 Desa yang terdampak banjir bandang yaitu Lawe Sigala-gala Barat, Batu Dua Ratus, Kayu Mbelin, Lawe Tua, Bukit Sepakat, Lawe Kesumpat, Lawe Rakat,Lawe Tua Persatuan Lawe Tua Gabungan. Desa ini terletak di Kecamatan Lawe Sigala-gala. Sementara dua desa lagi yakni Lawe Beringin dan Suka Makmur di Kecamatan Samadam.

"Ada rumah yang rata dengan tanah akibat diterjang banjir bandang. (Jumlahnya) kita masih mendata kemungkinan bertambah," ungkap Yanti.

Mari simak video nya dibawah ini.

Sumber : detik.com - viva.co.id

Post Comment

No comments: